Rabu, 13 Juni 2018

Pelajaran dari semut

Pernahkah kalian bayangkan? Semut, makhluk yang kecil namun berhati mulia?


Bagaimana rasanya tidak dianggap padahal kehadiranmu ada disana? Bagaimana rasanya keberadaanmu tidak pernah dianggap ada padahal kamu ada di sekelilingnya? Bagaimana rasanya berada di posisi kau tidak bisa apa2 padahal kau sudah berusaha keras? Kenapa kau tidak tanyakan saja pada semut? Bukankah dia telah mengalami semuanya?


Semut, jawablah..

"Kami sering tidak dianggap bahkan dianggap tidak ada sama sekali, kami berusaha keras untuk menyelamatkan diri. Tapi apa kami salah? Kalian yang mengambil rumah kami!! Kalian yang membunuh keluarga kami!! Kalian memperlakukan kami seperti mainan, kalian memainkan kami sebelum membunuh kami, kalian membuat kami bertarung satu sama lain.. Kami pasrah dengan keadaan, tuhan menciptakan kami seperti ini dan kami tidak menyesalinya. Tapi bagaimana dengan kalian?? Mendapatkan sedikit tekanan lalu langsung goyah?? Sadarlah!! Lihat badan kalian!!..

Kami memang kecil, kami memang lemah, tapi kami saling mengerti satu sama lain,kami bersyukur atas keadaan.. Namun satu lah yang pasti, Kami benci pada MANUSIA!!"


Pertanyaannya.. kenapa? Padahal makhluk lain juga memperlakukan semut seperti itu, kan?

"Karena manusia diciptakan dengan akal!! Tapi akal mereka hancur seiring waktu!! Kami dan makhluk sejenis dengan kami diciptakan hanya dengan nafsu, tanpa memiliki akal untuk berpikir maju, tapi setidaknya kami bersatu, tanpa memandang sana sini dan situ.. Manusia, bersyukurlah kalian, Tuhan menurunkan manusia yang sempurna dengan pengaruh yang luas. Ikutilah dan jadikanlah panutan, jangan biarkan dirimu tenggelam dalam kesesatan."


Semut itu hewan kecil yang bahkan menjadi contoh untuk gotong royong.. Good semut